Kembali ke Satu Data Sigi

Kemiskinan

Persentase penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan Kabupaten Sigi.

0 %
Data 2026

Tren Kemiskinan

Data tahunan Kabupaten Sigi · Sumber: BPS Kabupaten Sigi

Meningkat 2026
Nilai Terkini
0 %
+34.62 dari 2024
Nilai Terendah
0 %
Tahun 2023
Nilai Tertinggi
0 %
Tahun 2026
Perubahan Total
+0 %
2019 → 2026
Angka Kemiskinan
Titik tertinggi
Titik terendah

Tabel Data Tahunan

TAHUN NILAI PERUBAHAN SUMBER
2026 47.02 % Pemkab Sigi — Rekap Keluarga per Desil (P3KE)
2024 12.40 % -0.80 BPS Kabupaten Sigi
2023 12.10 % -2.00 BPS Kabupaten Sigi
2022 12.90 % -0.90 BPS Kabupaten Sigi
2021 13.80 % +0.90 BPS Kabupaten Sigi
2020 14.10 % +2.00 BPS Kabupaten Sigi
2019 13.20 % +0.80 BPS Kabupaten Sigi

Rincian per Wilayah

Sebaran Kemiskinan antar wilayah · Data Tahun 2026

15 wilayah
Marawola Barat
80.84%
1.641 dari 2.030 keluarga terklasifikasi
Pipikoro
79.06%
2.518 dari 3.185 keluarga terklasifikasi
Kulawi
61.36%
3.384 dari 5.515 keluarga terklasifikasi
Dolo Selatan
61.3%
3.510 dari 5.726 keluarga terklasifikasi
Kinovaro
59.49%
2.291 dari 3.851 keluarga terklasifikasi
Kulawi Selatan
52.34%
1.667 dari 3.185 keluarga terklasifikasi
Palolo
51.43%
5.231 dari 10.171 keluarga terklasifikasi
Lindu
50.78%
943 dari 1.857 keluarga terklasifikasi
Tanambulava
50.7%
1.693 dari 3.339 keluarga terklasifikasi
Dolo Barat
49.13%
2.496 dari 5.080 keluarga terklasifikasi
Gumbasa
48.29%
2.064 dari 4.274 keluarga terklasifikasi
Dolo
44.38%
3.844 dari 8.662 keluarga terklasifikasi
Nokilalaki
43.21%
853 dari 1.974 keluarga terklasifikasi
Sigi Biromaru
32.9%
6.414 dari 19.498 keluarga terklasifikasi
Marawola
28.63%
2.663 dari 9.301 keluarga terklasifikasi
Sumber: Pemkab Sigi — Rekap Keluarga per Desil (P3KE)

Faktor Risiko (Literatur)

3 faktor dari penelitian

Faktor di bawah berasal dari penelitian ilmiah tingkat provinsi dan nasional.

Rendahnya akses lapangan kerja formal

Sebagian besar penduduk bekerja di sektor pertanian subsisten dengan pendapatan tidak menentu.

Keterbatasan infrastruktur wilayah terpencil

Akses jalan yang buruk menghambat distribusi hasil pertanian dan akses layanan publik.

Tingginya pengeluaran kesehatan tidak terduga

Biaya kesehatan yang tinggi menyebabkan keluarga rentan jatuh ke bawah garis kemiskinan.

Sentimen Masyarakat

Dari 0 tanggapan

Belum ada kata. Awan kata muncul setelah ada komentar.

Komentar Masyarakat (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!